Stasiun Maritim Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Ambon mengeluarkan peringatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Maluku yang mencapai ketinggian empat meter. Wilayah perairan yang berpeluang tinggi gelombang, yakni Perairan Pulau Ambon dan Lease, Pulau Buru, Pulau Banda, Selatan Pulau Seram , Kepulauan Sermata Leti, Kepulauan Babar, Kepulauan Tanimbar, Aru hingga laut Arafuru. "Diperkirakan untuksepekan ke depan gelombang di wilayah perairan Maluku msih tinggi," ungkap Prakirawan Stasiun Maritim BMKG Ambon, Steven Kakiailatu, Rabu (26/8/2020) pagi.

Tinggi gelombang disebabkan adanya daerah tekanan rendah di utara Papua yang berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Maluku. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan awan Cumulonimbus / hujan yang dapat menyebakan angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut. Kecepatan angin berkisar 5 25 Knot khususnya di wilayah Perairan Maluku.

Sementara itu, untuk wilayah perairan Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat tinggi gelombang masih dalam kategori sedang, yakni berkisar 1.25 sampai 2.50 meter. BMKG pun mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. Serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang laut melalui media cetak maupun elektronik.

Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Ambon segera memasang alat penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami atau Warning Receiver System generasi terbaru dengan kecepatan respon mencapai dua menit. WRS generasi terbaru merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami. Untuk kemudian memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat “real time" otomatis dari BMKG.

Lanjutnya, Maluku kebagian 13 unit yang disebar di delapan kabupaten kota. Yakni Kota Ambon, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, MBD, Maluku Tenggara, Buru Selatan, SBB, SBT dan Maluku Tengah. "Ambon 3 unit, Kepulauan Tanimbar 3 unit sedangkan kabupaten lainnya masing masing satu unit," katanya.

Dijelaskan, lokasi pemasangan WRS NG ini mencakup Kantor kementrian dan institusi yang terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami. Sehingga ddapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, Pemerintah Daerah dan lembaga terkait lainnya. "Direncanakan, alat tersebut mulai dipasangi Juli mendatang," tandasnya. (*)