Diserang anak buah John Kei, adik Nus Kei, istri dan anak anak Nus Kei kabur dengan cara panjat genteng rumah. Seperti diketahui, rumah Nus Kei yang ada di Green Lake City jadi sasaran penyerangan anak buah John Kei, Minggu (21/6/2020) Tak tanggung tanggung, seluruh isi rumah dihancurkan demi mencari sosok Nus Kei.

Rupanya Nus Kei tak ada di rumah. Akan tetapi, ada 7 orang yang sedang ada di rumah selagi penyerangan itu terjadi. Meski begitu, Nus Kei ucap syukur karena seluruh anggota keluarga yang ada di rumah berhasil kabur dan meloloskan diri. "Yang di rumah saat itu, ada istri saya, anak saya yang cewek, terus adik ipar saya, terus anak saya yang kecil, kaka perempuan saya, terus ada pembantu punya anak, sama ponakan saya Tio," imbuhnya lagi.

"Kebanyakan perempuan, kalau laki laki cuma satu," tambahnya. Kemudian, adik Nus Kei pun blak blakan ceritakan ketika ia dan anggota keluarga Nus Kei yang lain larikan diri. Diceritakan Ririn, adik Nus Kei, awalnya ia melihat ada gerombolan anak buah John Kei merangsek masuk rumah.

Sontak saja, adik Nus Kei ini memliki firsat tak enak dan langsung memerintahkan anggota keluarga untuk segera larti kabur menyelamatkan diri. "Aku sempat ngelihat di kaca kamar itu beberapa orang gerombolan," ungkap adik Nus Kei. "Aku lihat pelakunya, terus aku teriak lari lari," ujar Ririn.

Mendengar teriakan dari adik Nus Kei, anggota keluarga yang lain pun langsung berusaha saling menyelamatkan diri. "Aku bilang kari lari ke atas. lari, lari, lari," teriak Ririn lagi. Tak hanya itu, Ririn bahkan dengan detail menceritakan bagaimana ia dan anggota keluiarga Nus Kei lari naik tangga ke lantai 2.

Setelah itu, adik Nuskei, istri, dan anak Nus Kei serta anggota keluarga lainnya meloncati jendela untuk sampai di palfon atas. Tanpa banyak pertimbangan, mereka pun panjat genteng untuk segera melrikan diri dari serangan anak buah John Kei. "Naik ke atas, naik, naik, naik, naik ke sini," ujar Ririn tampak begitu detail menceritakan momen jaburt dari penyerangan.

Sang presenter pun tampak terhenyak melihat aksi adik Nus Kei yang sampai mempraktekkan panjat genteng demi kabur dari serangan anak buah John Kei. Begitu tiba di atas genteng, adik Nus Kei pun langsung teriak minta tolong pada tetangga untuk bisa menyelamatkan mereka. "Naik ke sini, sambil saya teriak tolong, tolong, dengan histerisnya," teriak Ririn.

"Oh, jadi mbaknya itu bertujuh semuanya lari kesana ya?" tanya Balquis Manisang, presenter. "Berlima, 2 nya masih di sini (dibawah genteng)," timpal Nus Kei ikut mendeskripsikan. "Berlima lari kesini," imbuh Ririn.

Kemudian, sang presenter pun bertanya soal tembakan pistol dari gerombolan anak buah John kei. "Mbaknya denger gak ada letusan pistol?" tanya sang [resenter., "Saya udah gak denger apa apa., Pokoknya setelah di sini (ditas genteng), saya minta tolong sekeras kerasnya," ungkap Ririn, adik Nus Kei.

Rupanya, tetangga Nus Kei pun mendengar teriak dari adik Nus Kei dan keluarga. Akan tetapi, tetangga rupanya mengira teriakan dan gerombolan keluarga Nus Kei ini orang jahat. Nmaun setelah mendengar pemaparan adik Nus Kei yang terancam nyawanya karena diserang anak buah John Kei, tetangga pun menyelamatkan mereka.

"Tetangga denger teriakan itu, jadi mereka ke atas. Mereka bingung, dikira saya orang jahat. Terus saya mohon mohon inta pertolongan keluarga saya terancam. Baru mereka bantu," ungkap Ririn. Ketika momen penyelamatan diri itu, Ririn menyebut ada anggota keluarga Nus Kei yang tersangkut di jendela. Dengan panik dan berusaha kabur, mereka berusaha menyelamatkan.

"Saudara saya nyangkut bajunya di jendela. Terus saya tarik, karena saya pikir gimana kalau nanti ditembak," bongkar Ririn dnegan napas terengah engah. "Jadi pas ke atas ini, ada yang meletus gak tembakannya?" tanya sang presenter. "Mereka belum ada yang ngejar, karena mereka masih dibawah. Ponakan saya yang dengar ( letusan tembakan), terus minta tolong ketakutan," ungkap Ririn.

Anak Nus Kei, Desly sampai menangis ketika menceritakan kepala diknya hampir terkena barbel yang dilempar anak buah John Kei. Istri Nus Kei, Reni, menceritakan awal mula saat anak buah John Kei datang ke rumahnya di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2020). Reni mengaku mendengar keributan di rumahnya.

Ia lantas lari ke kamar depan untuk melihat kondisi di depan rumah Nus Kei. "Pertama saya dengar ada yang ribut saya lari ke kamar mau lihat ada apa, Karena saya ketakutan karena suami saya keluar, dari ruang tamu saya lari masuk kesini,

Saya liat satu orang yang pertama kali melempar barbel sambil bawa parang panjang, " kata Reni dikutip dari acara Fakta TvOne. Menurut Reni awalnya ada sejumlah anak buah Nus Kei yang berbisik. "Pertama meres bisik bisik 'ambil ambil', setelah saya keluar lari dari kamar bawa anak saya mereka teriak teriak, 'potong, potong, kasih mati yang ada di dalam rumah',

Itu bahasa mereka bunuh, bunuh bahasa kita," kata Reni istri Nus Kei. Mendengar ucapan tersebut Reni kemudian membawa anak anaknya lari ke lantai dua rumahnya. Saya lari teriak lari sekuat tenaga, adik saya yang kasih petunjuk jalan lari lewat tempat jemuran, tembok tetangga kami tembusin sampai akhirnya nemu rumah tetangga yang bisa selamatkan kami semua," kata Reni.

Sementara itu anak Nus Kei, Desly, masih tak bisa menyembunyikan ketakutannya. Desly masih menangis menceritakan ketika kepala adiknya nyaris terkena barbel yang dilempar anak buah John Kei. "aku yang lari, pas barbel itu masuk adik aku lagi berdiri deket pintu yang kaca,

Dilempar, 'papah', aku langsung tarik sama mama lari, itu barbel segini gini nyaris kena kepala ade saya, ngebayangain sampai kena kepala ade saya gimana," kata Desly anak Nus Kei sambil menangis. Istri Nus Kei, Reni, mengatakan Desly lah yang melindungi adiknya saat anak buah John Kei menyerang. "dia yang melindungi adenya pas pertama kali,

Karena pas saya masuk Desly ikut di belakang saya, Ternyata saya lihat pelaku 5 orang, jadi kita gak kepikir sekali kalau mereka mau serang kita di dalam rumah," kata Reni. Anak buah John Kei tak hanya mneyerang di depan rumah saja.

Menurut Desly, anak buah John Kei juga mengejar mereka sampai ke lantai dua. Desly dan tantenya kemudian sembunyi di lantai dua. "sama tante aku, aku udah gak mikir takut jatuh, karena mereka udah di tangga," kata Desly. (*)