Tradisi mudik yang dilarang di tahun 2020 ini tampaknya masih dilanggar oleh masyarakat. Beredar foto warga yang nekat mudik dengan masuk ke bagasi. Seperti apa?

Beredar foto warga yang masuk ke bagasi bus untuk menghindari razia mudik, dikabarkan terjadi di cileduk dan kini viral. Seperti yang diketahui, karena pandemi virus Corona, tradisi mudik dilarang oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Panjaitan setelah rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa 21 April 2020.

"Larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 April 2020. Ada sanksi sanksinya, tapi sanksi efektif 7 Mei," ujar Luhut. Awalnya, larangan mudik berlaku bagi daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah Covid 19. Namun, kemudian Pemerintah menghimbau tak hanya warga dari daerah tersebut saja melainkan keseluruhan.

Aturan ini berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020 bagi semua moda transportasi darat. Baik itu mobil pribadi, sepeda motor, sampai transportasi umum layakanya bus antarkota antra provins (AKAP). Namun demikian, pada kenyataannya setelah dua hari laranganmudikterapkan, masih banyak bus AKAP yang terap beroperasi membawapemudik.

Contoh kasus yang terjadi ada banyak versi, pertama karena pengemudi tidak mengetahui adanya larangan, kemudian karena lemah atau tidak adanya pengawasan di daerah dan perbatasan wilayah. Bahkan yang lebih tragis lagi, sempatviralsebuah foto yang menunjukan bus AKAP tetap beroperasi tapi dengan menyembunyikan penumpangnya di dalam bagasi. Menanggapi hal ini, Kurnia Lesani Adnan, Pemilik PO SAN sekaligus Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), mengatakan hal tersebut memang benar adanya.

"Kejadiannya di Cileduk, tapi bukan terminal resmi." "Sebenarnya begini, bukan busnya saja, tapi penumpangnya yang memang sudah maumudik, artinya kemauan dari penumpang atau masyarakatnya." "Karena takut ada razia jadi penumpang itu mau duduk di dalam bagasi dulu," ujar pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Menurut Sani, setelah berhasil melewati pos pengawasan, baru kemudian bus tersebut bongkar muatan dan menaikkan penumpang yang ada di bagasi ke dalam kabin. Setelah itu kembali meneruskan perjalanan ke daerah tujuan bus AKAP tersebut. Sani menjelaskan adanya kejadian tersebut memang miris.

Pada satu sisi mengambarkan adanya bukti bila titik pengawasan yang tidak kuat dari pemerintah. Di sisi lain adanya gambaran bila masih ada masyarakat yang memang mau pulang kampung karena sudah tidak ada yang bisa dikerjakan di Jakarta. "Kalau sudah begitu siapa yang harus disalahkan."

"Masyarakat yangmudikini karena mereka di sini kan terlantar, tidak tahu harus bagaimana akhirnya nekat tetapmudikjuga, sementara di lain sisi pemerintah juga tidak ketat dalam pengawasannya," ucap Sani. "Kalau mau dilihat di lapangan itu, sampai saat ini masih banyak bus dan angkutan lain yang statusnya gelap tetap beroperasi bawa penumpang untukmudik." "Jelas ini tidak ada adil, karena kami yang resmi mengikut regulasi tapi mereka yang bandel tetap beroperasi dan lolos dari razia," kata dia.

Bus bus AKAP yang melayani ke banyak tujuan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini memang sudah dilarang untuk membawa penumpang keluar dari Jabodetabek. Banyak bus yang dialihfungsikan menjadi kendaraan logistik, atau kendaraan pengantar barang. Kebijakan banting setir ini terpaksa dilakukan para pengusaha oto bus, agar kendaraan mereka masih bisa beroperasi di tengah aturan PSBB dan juga laranganmudik.