Sutradara film Love for Sale Andi Bachtiar Yusuf belum bisa memastikan kapan syuting produksi film film di Indonesia kembali dimulai. Ketidakpastian ini mengingat jumlah pasien Covid 19 di wilayah Jakarta terus bertambah, sekalipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi efektif berlaku. "Bulan nanti kalau angkanya terus meningkat, apalagi kalau ada pejabat yang kena langsung waspada satu negara," sambung Andi.

Meski situasi perfilman Indonesia tak kunjung menemukan titik terang akibat Covid 19, Andi menyatakan tak berniat banting setir. Dalam artian Andi tak berniat mencari atau melakoni pekerjaan lain sekalipun produksi filmnya sedang mandek. Menurutnya, industri perfilman Indonesia saat ini tetap hidup.

"Banting stir banget sih enggak, mati mati banget sih enggak. Sebenarnya mati mati banget juga enggak. Kalau misalnya ngomongin iklan Indosat yang di rumah aja itu kan masih jalan aja. Tapi kan buat apa kita buat iklan iklan begitu," katanya. "Sebenarnya kalau dilihat dari sisi baiknya, kita jadi seperti didorong jadi lebih kreatif (dalam berkarya,)" sambung Andi. Salah satu contoh karya kreatif di tengah Covid 19 yakni Sementara Selamanya karya Reza Rahadian.

Yang menurut keterangan Andi, proses pembuatannya sama sekali tak mempertemukan para pemain. "Mikirin kontennya mau seperti apa. Reza kan bikin Sementara Selamanya, itu kan sebenarnya dia tidak mempertemukan orang itu," jelas Andi mencontohkan.