Meninggalnya sopir truk batu bara di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, masih misterius. Rudi (54) meninggal secara mendadak di warung kopi yang lokasinya di kawasan tambang batu bara. Sebelum meninggal, warga Padang, Sumatera Barat, itu sempat nongkrong di warung kopi bersama rekannya.

Karena merasa tidak enak badan, ia meminta rekannya untuk memijat bagian punggung dengan kerokan. Namun beberapa saat itu ia sudah tak sadarkan diri ketika dibangunkan oleh rekannya. Ia dinyatakan meninggal pada senin (22/6) sekira pukul 15.00. WIB.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Mandiangin, Yoga, meninggalnya sopir batu bara itu meninggal secara mendadak. "Meninggal mendadak," katanya. Selasa (23/6) ketika dkonfirmasi. Untuk mengetahui penyebab meninggalnya sang sopir ini pihaknya melakukan visum luar.

Dalam hasil visum itu memang didapat bekas kerokan di punggung dan tidak ada tanda tanda kekerasan atau senjata tajam. "Memang murni kemungkinan besar karena sakit,"katanya Lanjutnya, indikasi lain penyebab meninggalnya sang sopir itu masih dalam menyelidikan. Jika untuk indikasi seperti Covi 19, pihaknya belum bisa menyatakan.

Hal ini karena korban tidak bisa dilakukan pemeriksaan Covid 19 dan penggalian riwayat korban lantaran sudah dalam kondisi meninggal. "Memang informasi sedikit dan meninggal secara mendadak. Kami dak dapet infonya dan informasi di UGD kayak orang masuk angin,"katanya Namun jika ingin memastikan korban menderita covid 19 harus dipastikan dengan cara pemeriksanan swab di jambi.

Namun kondisi yang tidak memungkinkan karena ia sudah meninggal dan tidak bisa dilakukan walaupun rapid tes. "Karena orang meninggal, darahnya sudah beku, kalau kita rapid dak biso," ujarnya Hingga saat ini pihakny, masih memaksimalkan upaya untuk mencari informasi yang lebih detail terkait korban. Mulai dari trafik orang terdekat korban dan terlebih pada tempat kejadian korban meninggalnya, yaitu warung kopi.

"Ya di warung itu, rencana besok, kami lagi penyelidikan kami gak ingin ada bau covidnya,"jelasnya Ia juga menyamapikan jika indikasi lain meninggalnya sopir itu diduga meninggal karena serangan jantung. "Biasanya serangan jantungkan mendadak, tapi belum pasti juga," ungkapnya.

Saat ini jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya yaitu Padang, Sumatera Barat.