Berikut ini duduk perkara viral percakapan seseorang yang positif corona hendak menularkan virusnya. Yang bersangkutan disebut sengaja melakukan provokasi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam buka suara terkait viralnya komunikasi antara Fn dan Ls di media sosial.

"Jadi Fn itu hanya provokasi Ls yang positif corona. Motif provokasi apa?" Ls dan keluarga sudah dievakuasi dari Jerakah, tiba di rumdin Walikota Semarang pukul 17.00 WIB.

Menurut Hakam, status Fn negatif virus corona sehingga ia tidak ikut dievakuasi. "Fn aman tidak kami evakuasi karena negatif," imbuhnya. Kapolsek Tugu Kompol Eko Kurniawan menjelaskan, belum mengetahui secara pasti motif Fn memposting perihal Ls yang positif virus corona di media sosial hingga menimbulkan kehebohan.

Kepolisian perlu melakukan pendalaman terlebih dahulu, tentu menjadi kewenangan dari Ditreskrimsus Polda Jateng sebab menyangkut UU ITE. "Terpenting saat ini kami telah evakuasi Ls dan keluargaa sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran di masyarakat. Mereka satu keluarga telah aman mendapat penanganan medis memadai di rumdin," jelasnya.

Diketahui Fn berinisial lengkap NA. Hubungan antara Fn dan Ls merupakan tetangga. Ayah Fn yang sudah meninggal dunia lantaran positif virus corona adalah tetangga dekat dari keluarga Ls.

Setelah diswab di Puskesmas Karanganyar, ternyata satu keluarga Lisa positif virus corona. Mereka lalu memilih isolasi mandiri. Setelah berita ini viral, mereka dievakuasi oleh tim gugus tugas Covid 19 ke rumdin wali kota.

Sebelumnya, jagat media sosial digegerkan postingan berupa tangkapan layar chat antara orang positif covid 19 di Kota Semarang yang sengaja menularkan penyakitnya ke masyarakat. Bahkan dalam chat disebut bisa saja mereka menularkan penyakit tersebut ke seluruh Kelurahan Jerakah. Kapolsek Tugu Kompol Eko Kurniawan membenarkan bahwa di Jerakah Tugu Semarang ada penderita virus corona yang melakukan chat Whatssapp terhadap orang berinisial Fn usia sekira 30 tahun.

Fn mengajak penderita Corona di Jerakah untuk tidak melakukan isolasi mandiri bahkan mengajak menyebarkan penyakitnya tersebut. Sehingga pihak kepolisian melakukan tindakan cepat dengan melakukan evakuasi penderita corona di Jerakah tersebut pada sore ini pada pukul 16.30 WIB. Proses evakuasi bersama tim Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Tugu.

Kompol Eko menuturkan, evakuasi tersebut agar mereka mendapat pelayanan kesehatan yang baik untuk pemulihan lebih cepat. Total yang dievakuasi penderita virus corona di Jerakah terdapat empat orang. Mereka merupakan satu keluarga yang positif corona, masing masing GH (50), Ls (44), MAG (12), dan NMG (15).

GH dibawa ke rumah sakit di kota Semarang sedangkan ibu dan kedua anaknya dibawa ke rumah dinas walikota Semarang. Sebenarnya satu keluarga itu terdapat enam orang namun satu orang lagi negatif dan tidak tinggal di rumah tersebut. "Saudari Ls inilah yang melakukan chat di Whatssapp dengan Fn lalu tersebar luas di media sosial," bebernya.

Dijelaskan Kapolsek, Fn bukan warga kecamatan Tugu Semarang. Maka pihaknya berkoordinasi ke satuan yang lebih tinggi agar Fn yang diduga positif Corona mendapat penanganan. "Berdasarkan tracking kami pastikan Fn bukan warga Tugu dan dia juga tidak tinggal di Tugu," tegasnya.

Kapolsek menambahkan, untuk motif Fn sengaja mengajak satu keluarga untuk menyebarkan virus Corona pihaknya tidak dapat menjelaskan lebih jauh. Pasalnya harus membuktikan kebenaran ucapan Fn di chat tersebut. Namun pihaknya selalu mengantisipasi risiko terberat sehingga melakukan langkah langkah tersebut.

"Yang jelas kami imbau kepada warga untuk tenang dan tetap terapkan protokol kesehatan," tandasnya. Camat Tugu M Imron mengatakan, satu keluarga positif coroan yang melakukan isolasi mandiri di rumah mereka di Jerakah sudah dievakuasi tim gugus tugas ke rumdin Walikota Semarang. "Mereka sudah kami evakuasi sore ini," ujar dia.