Fakta lengkap suami gergaji leher istri lalu bunuh diri dengan lompat dari atap, pelaku sempat diobati, sempoyongan, dan meninggal. Lagi lagi, kasus penganiayaan suami kepada istrinya kembali terjadi. Kali ini, seorang pria berinisial MC (35) nekat menggergaji leher istrinya sendiri hingga terkapar.

Didugacemburu, warga KabupatenMalang,Jawa Timur ini tega menganiaya istrinya sendiri. Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian itu bermula saat pelaku dan korban terlibat cekcok di dalam rumahnya.

Pelaku akhirnya meninggal dunia setelah diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap rumahnya. Sedangkan korban masih dalam perawatan. Berikut fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum: Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama dua anak sedang menonton televisi di rumahnya, sekitar pukul 14.30 WIB.

Kemudian, pelaku datang. Pelaku lalu mengajak kedua anaknya ke dalam kamar dan menguncinya. Setelah itu, pelaku dan korban terlibat adu mulut. Pelaku yang emosi lantas mengambil gergaji kayu dan menganiaya istri. Awalnya, warga yang mengetahui kejadian itu mengira pelaku terjatuh saat hendak memperbaiki atap rumahnya.

Warga kemudian menolongnya. Lalu, warga berusaha memberitahukan ke istri pelaku. Tapi, saat warga hendak masuk ke rumah tersebut pintu terkunci. “Pintu rumah kemudian dibuka oleh anak korban. Setelah digeledah, warga menemukan korban dalam keadaan terkapar di lantai kamar dengan leher sobek,” ujarnya, Senin (11/5/2020).

Di lokasi itu juga ditemukan gergaji yang terdapat bercak darah. Warga yang melihat korban dalam keadaan terkapar kemudian dibawa warga ke UGD Rumah Sakit Marsudi Waluyo untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sedangkan, pelaku dibawa ke IGD Puskesmas Singosari. Setelah menjalani pemeriksaan medis, pelaku dibawa ke Polsek Singosari. “Sampai di Polsek Singosari selang lima menit, kondisi pelaku sempoyongan dan muntah. Petugas memanggil ambulans untuk dibawa ke Puskesmas Singosari, namun dalam perjalanan pelaku meninggal dunia,” katanya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, sebelum menganiaya istrinya pelaku sempat adu mulut dengan istrinya.

“Intinya dia sempat cekcok sama istrinya, terus menganiaya istrinya pakai gergaji, terus pelaku mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap lantai dua,” kata Tiksnarto, melalui pesan singkat kepada Kompas.com , Senin. Pelaku akhirnya meninggal dunia setelah diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap rumahnya. Sedangkan korban masih dalam perawatan. Sebelum kasus suami gergaji leher istri, belakangan seorang suami di Sumatera Selatan juga nekat menjerat leher sang istri dengan kabel antena hingga meninggal.

Nyawa MA (33) melayang di tangan suaminya sendiri RW (33) setelah keduanya bertengkar hebat. Sebelum sang suami mengakui perbuatannya, ia menyebut istrinya gantung diri. Warga Jalan Saili, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, KabupatenMuaraenim,Sumatera Selatan, ditemukan tewas mengenaskan tanpa busana, Minggu (25/4/2020).

Korban tewas di rumah kosong milik orangtuanya yang berlokasi di kawasan BTN Air Paku, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim. Saat ditemukan, suami korban berinisial RW (33) mengatakan, kalau istrinya tewas karena gantung diri. Namun, pihak kepolisian tidak percaya begitu saja dengan keterangannya, pasalnya ada sejumlah kejanggalan terkait kematian korban. Polisi menduga MA adalah korban pembunuhan.

Kemudian polisi meminta keterangan RW. Dan benar saja, setelah dilakukan interogasi sekitar empat jam, RW akhirnya mengakui kalau dirinya yang telah membunuh MA. Dari pengakuan pelaku, adapun motif pembunuhan itu karena korban cemburu kepada pelaku yang masih suka main dengan perempuan lain. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka sudah diamankan di Mapolres Muaraenim dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum: Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir mengatakan, sebelum ditemukan tewas dikediaman orangtuanya, antara korban dan pelaku sempat ribut mulut dari Kota Muaraenim dan pindah ke Kota Tanjungenim tempat lokasi kejadian. Setelah korban tewas, pelaku berasalan kalau istrinya meninggal karena gantung diri.

Sambungnya, kalau untuk luka luka tidak ada, apalagi luka bacok, hanya luka memar akibat benturan benda tumpul dan bekas jeratan dileher korban. Untuk penyebab meninggalnya, diduga akibat dijerat bukan karena dipukul. Sementara itu, salah seorang saksi yang merupakan warga sekitar bernama Sofyan mengatakan, sekitar pukul 05.00 WIB dirinya dipanggil suami korban untuk dimintai tolong membantu membawa korban ke RS BAM Tanjung Enim.

Namun saat dirinya masuk ke dalam kamar di rumah mewah tersebut, korban diketahui sudah dalam keadaan bugil dan diduga sudah meninggal dunia. Korban yang sudah memiliki tiga orang anak tersebut meninggal dengan kondisi mengenaskan. Sebab, tubuh korban diketahui banyak luka lebam. Setelah melakukan interogasi sekitar empat jam, RW (33), warga Jalan Raya Air Paku, Kelurahan Tanjungenim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, akhirnya mengakui kalau dirinya yang telah membunuh istrinya sendiri, MA (34).

Menurut keterangan pelaku, kata Azizir, korban tewas setelah dijerat dengan menggunakan kabel antena TV. "Kami belum mendalami mengapa terjadi di rumah orangtuanya, sebab rumah mereka berbeda. Sedangkan rumah orangtuanya kosong," kata Azizir. Ditambahkan Azizir, dari keterangan tetangganya kedua pasutri tersebut memang sering cekcok mulut.

"2016 pelaku pernah dilaporkan karena KDRT," katanya. Masih dikatakan Azizir, adapun motif pembunuhan yang dilakukan RW (33) terhadap istrinya MA (34) karena cemburu. "Motifnya menurut pengakuan pelaku, bahwa korban cemburu karena pelaku masih suka main dengan perempuan lain, kemudian cekcok mulut dan akhirnya terjadilah peristiwa tersebut," kata Azizir.

Dari keterangan tetangganya, kalau pasutri ini sudah sering ribut mulut bahkan berakhir pemukulan dan puncaknya sampai pisah ranjang. Sementara itu, salah satu keluarga korban bernama Ramon tidak menyangka kalau keponakannya akan meninggal seperti ini. Atas kejadian itu ia berharap polisi dapat menghukum pelaku seberat beratnya.

"Saya minta jika keponakannya mati karena dibunuh, saya minta pelakunya dihukum yang seberat beratnya," harapnya.