Kasus positifCovid 19diBatammasih tinggi, karyawan swasta paling banyak terpapar Corona. Tak jarang dari satu kasus itu menyebar ke lingkungan di tempat kerjanya sehingga semakin banyak karyawan yang terpapar Corona. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KotaBatamdan Tim Gugus TugasCovid 19Batamturun tangan menyikapi hal ini.

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui masing masing kawasan industri sudah menerapkan protokol kesehatan. Bahkan sebelumCovid 19, karyawan sudah memakai masker dan hand glow. Potensi besar penyebaranCovid 19terjadi ketika para karyawan sedang istirahat makan.

Saat itu mereka membuka masker, ditambah lagi kondisi kantin yang padat karena jam istirahat. “Jadi ketika makan dibagikan ada beberapa langkah dan banyak tangan. Ini bisa jadi potensi penyebaran. Kalau ruangan di masing masing industri sudah cukup bagus pengetatan protokol kesehatannya," ujar Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, Sabtu (25/10/2020). Diakuinya tipologi industri yang menjadi sumber klaster berupa indoor, namun ada ventilasi, dengan padat tenaga kerja.

“Ada mereka bagian mata rantai produksi bisa berjarak 2 meter atau 0,5 meter, jadi jika pada saat bekerja risiko rendah,” katanya. Kemudian potensi lainnya penyebaranCovid 19bakal terjadi ketika pulang bekerja, maka akan terjadi kerumunan. Meski sudah dianjurkan untuk menjaga jarak, tetapi tetap juga terjadi penumpukan orang.

“Ada juga potensi lainnya, ketika mereka berada di domitori, tidak mungkinlah dalam satu kamar yang harusnya 8 orang menjadi 1 orang saja,” ucapnya. Ia mengatakan penambahan pasienCovid 19secara signifikan dari klaster karyawan swasta merupakan upaya tracing, testing dan treatment. “Jadi semakin banyak di tracing, hasilnya semakin banyak juga, implikasinya semakin banyak juga treatment,” ujar Syamsul.

Syamsul menilai dengan banyaknya tracing yang dilakukan merupakan upaya yang cukup bagus, hal itu terlihat dari klaster karyawan yang ditemukan banyak kasus. “Pihak perusahaan sudah melakukan rapid test, sehingga ditemukan kasus yang banyak juga,” kata dia. Pihaknya juga memberitahukan kepada pihak perusahaan untuk melakukan tes swab massal, namun keputusan itu diambil oleh perusahaan itu sendiri.

“Kami tidak bisa memaksa, itu bagian dari investasi mereka, lebih baik sebenarnya deteksi awal sebelum membludak,” jelasnya. Tetapi terkait cek massal, pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi agar perusahaan dapat memanfaatkan dana Corporate social responsibility (CSR), untuk kepentingan karyawan yang tidak masuk faktor produksi. “Karena memang uji swab itu mahal, dan kalau dites untuk seluruh karyawan, perusahaan juga akan berat, pemerintah juga tidak bisa melakukan hal itu, makanya bisa jadi opsi dana CSR,” katanya.

Tetapi ia menegaskan, perusahaan tidak melakukan kesalahan fatal dan potensi penyebaran itu di semua perusahaan. Sebelumnya diberitakan pasien dari klaster karyawan swasta kembali membludak. Klaster ini berkontribusi penyumbang kasus positifCovid 19terbanyak di KotaBatam.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan PenangananCovid 19KotaBatam, Didi Kusmarjadi. Ia mengatakan, bahkan beberapa rumah sakit mulai padat. "RS sudah mulai padat lagi. Orang PT berkontribusi terjadi penambahan kasus," kata Didi.

Ia mengakui jumlah kasus mulai mengalami peningkatan. Di tambah dengan ribuan karyawan PT. PCI Elektronik Internasional yang berada di Komplek Panbil Industri, KotaBatammelakukan swab massal. Dari data MedilabBatam, karyawan yang melakukan rapid test sebanyak 2.310 orang.

Dengan hasil reaktif berjumlah 356, sementara non reaktif sebanyak 1.954 orang. Selanjutnya, dari total yang hasilnya reaktif, melakukan pemeriksaan swab. Ada 186 orang karyawan yang menunjukkan hasil positifCovid 19. Sedangkan, 155 orang dinyatakan negatif.

"Sementara 15 orang lagi masih menunggu," katanya. Melihat tingginya angka kasus tersebut, Rusunawa BPBatamakan disiapkan untuk menampung sementara karyawan swasta dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). "Rusun BP siap jadi isolasi yang positif asimptomatik (OTG)," tutur Kepala Dinas Kesehatan KotaBatamitu.

Berdasarkan data terbaru, kasus positifCovid 19KotaBatam, Kamis (22/10/2020) menuju angka 2.390. Ada penambahan kasus sebanyak 98 orang dengan rincian kasus terkonfirmasi bergejala ada 32 orang, tanpa gejala 39 orang, dan kontak erat bekisar 27 orang. "Jumlah tersebut termasuk karyawan swasta yang di paparkan di atas. Paling banyak. Masih ada anggota Polri, IRT dan lainnya," ujarnya.