Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher menceritakan persiapan anak bungsunya jelang tahun ajaran baru 2020/2021 yang jatuh pada Senin (13/7) besok. Netty mengungkap anaknya yang duduk di bangku kelas XI SMA dengan sistem boarding school di sebuah pesantren di bilangan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih akan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Anggota Komisi IX DPR RI tersebut mengatakan untuk sementara dirinya tidak perlu membeli seragam baru dan peralatan tulis serta perlengkapan lainnya bagi sang anak karena sistem PJJ.

Akan tetapi, Netty mengatakan uang pembangunan sekolah tetap dibayarkan di awal tahun ajaran ini. Karena pihak sekolah dan pondok memerlukan biaya untuk memperbaiki dan menyiapkan infrastruktur baik di ruang kelas maupun di asrama. "Sebagai orang tua, saya dapat memahami kondisi keuangan sekolah swasta yang sebagian besar masih mengandalkan dari iuran para siswa atau santrinya," kata dia.

Di sisi lain, dia menuturkan sekolah dan pondok pesantren tempat anaknya menimba ilmu sudah mulai melakukan pembersihan dan pembenahan ruang tidur para santri. Hal itu dilakukan dengan asumsi ketika pihak pimpinan memutuskan belajar kembali offline, maka ruangan tidur dan belajar sudah bersih dan memenuhi protokol kesehatan. "Sementara tentang piranti yang diperlukan untuk learning from home atau PJJ, anak saya menggunakan komputer rumah yang sejak dulu ia pergunakan semasa duduk di bangku SMP. Jadi, tidak ada agenda beli laptop baru," jelasnya.

"Yang sering kali bermasalah adalah kuota internet yang harus berbagi, karena hampir semua anggota keluarga WFH. Dan sinyal yang kadang terganggu karena rumah kami berlokasi di perbukitan yang cukup jauh dari kota," imbuh Netty.