Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mendesak pemerintah menghentikan program Kartu Prakerja dan mengalihkan anggarannya ke bantuan sosial. "Masukan masyarakat sudah banyak, uang tersisa dialokasikan ke masyarakat ekonomi bawah, mereka perlu sentuhan manis dan pasti akan berterima kasih ke Presiden Jokowi," kata Saleh Daulay dalam acara Satu Meja The Forum di Kompas TV, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Menurut Saleh, Kartu Prakerja tidak tepat dilaksanakan disaat ekonomi masyarakat sulit akibat pandemi virus corona atau Covid 19.

"Mereka butuh bertahan hidup di tengah situasi sulit," ujar Saleh Daulay. Politikus PAN tersebut menyebut dalam peningkatan keterampilan, diperlukan tatap muka dengan mentornya dan bisa langsung dipraktikan. Bukan melalui online yang materinya banyak tersedia gratis di media sosial.

"Ini yang tersedia kan bayar, jangan jangan yang diutungkan pelaksananya, bukan pesertanya," ucap Saleh. Diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kartu Prakerja Rp 20 triliun. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari rencana awal Rp 10 triliun lantaran program tersebut kini beralih haluan dari program jaring pengaman untuk pencari kerja menjadi bantuan sosial bagi pihak pihak yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemik virus corona.

Alokasi anggaran Kartu Prakerja itu memiliki porsi sekitar 4,9 persen dari total keseluruhan anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi yang sebesar Rp 405,1 triliun. Dari jumlah anggaran sebesar Rp 20 triliun itu, Rp 19,88 triliun digunakan untuk manfaat dan insentif kepada masyarakat yang nominalnya masing masing Rp 3,55 juta untuk 5,6 juta peserta yang mendaftar di prakerja.go.id dan dipilih acak sesuai sistem Kartu Prakerja. Sisanya, digunakan untuk operasional program.