Setelah sempat terhenti karena pandemi virus corona, proyek jalan Tol Yogyakarta Solo terus berjalan secara bertahap. Setelah tahapan pematokan, proyek Tol Yogyakarta Solo akan dilanjutkan dengan pembayaran ganti untung. Pembayaran ganti untung proyek Tol Yogyakarta Solo rencananya dimulai pada akhir tahun ini. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan bahwa tahapan tersebut bisa dilakukan sebelum adanya pergantian tahun.

"Kami kesepakatan dari Jakarta bisa. Mereka akan cepat merealisasi itu, biarpun selesainya masih bulan Juni tahun depan," urainya, ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (4/9/2020). Sultan menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dibicarakan dan bukan tak mungkin benar benar terealisasi sehingga berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi DIY yang terkontraksi. "Harapan saya entah November atau Desember, sudah bisa (dibayarkan). Sebelum itu sudah bisa dibicarakan harga, diselesaikan, disepakati, ada realisasi tahun ini supaya nanti implikasinya minus pertumbuhan ekonomi Yogya mengecil," harapnya.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) DIY Tjipto Haribowo mengatakan bahwa pengerjaan fisik proyek Tol Yogya Solo seharusnya sudah mulai bisa terlaksana ada 2021 mendatang. "Kuncinya di tanah. Kalau tanah segera selesai (pembebasan), bisa dikejar 2021. Kalau tanah bisa bebas semua baru bisa atau bertahap," ungkapnya, Kamis (3/9/2020). Pembangunan bertahap yang dimaksudkan Tjipto yakni dilakukan paralel dengan proses pembebasan lahan yang harus terus dilakukan untuk bisa mengejar target pembangunan fisik tol.

"Kalau yang sudah dibebaskan dulu bisa dibangun (parsial). Dibangun berapa kilometer dulu sembari menunggu satunya yakni Tol Yogya Bawen selesai pembebasan," bebernya. Mengenai perkembangan tahapan proyek Tol Yogya Solo saat ini, ia mengaku belum berkomunikasi dengan Satker dalam waktu dekat ini. Namun dengan adanya pandemi, ia meyakini ada beberapa kendala di lapangan yang menciptakan hambatan. "Kalau nggak salah 2023 harus segera dibuka dua duanya. Nggak tahu apakah masih berlaku atau bagaimana. Tahun depan bisa fisik kalau tahapannya (pembebasan lahan) sudah mau selesai. Terus nanti proses pembangunan dua tahun," ujarnya.

Tim Konsorsium Tol Solo Yogyakarta Kulonprogo Bawen akan bangun pabrik beton pra cetak atau precast. Pembangunan pabrik tersebut diharapkan mampu menunjang operasional suplai beton dalam proses pembangunan jalan tol. Perwakilan Konsorsium tol Yogyakarta Solo Pristi Wahyono, menyampaikan alasan pembangunan pabrik precast tersendiri untuk mendukung proyek tol tersebut.

Ia menjelaskan, alasan pendirian pabrik precast lantaran kebutuhan tiang penyangga sepanjang 15 kilometer di atas ring road Utara cukup banyak. Agar mempermudah pengerjaan, pendirian pabrik precast perlu dilakukan. Rencananya mereka akan mendirikan pabrik tersebut di Km 12 Jalan Magelang. Ia menambahkan, diperkirakan lahan untuk pembangunan pabrik tersebut membutuhkan luas 8 hingga 10 hektar.

Pristi menegaskan, anggaran pembangunan pabrik precast tersebut tidak termasuk ke dalam anggaran pembangunan tol Yogyakarta Solo. "Ada sendiri anggarannya. Namun saya lupa pastinya," tegas dia. Pembangunan pabrik tersebut akan diprakarsai oleh PT. Adhi Persada Beton yang merupakan anak perusahaan PT. Adhi Karya.

"Sudah dijajaki dari teman kami dari PT. Adhi Persada Beton," imbuhnya. Pristi belum dapat menyampaikan sejauh ini kajian pembangunan pabrik beton tersebut sudah sampai mana. Namun, dirinya menegaskan jika seharusnya akhit tahun ini pembangunan pabrik sudah dapat dilaksanakan.

"Harusnya tahun ini, tapi sepertinya ya kemungkinan akan dibangun tahun depan," ujarnya. Selain pabrik precast di Km 12 Jalan Magelang, pihaknya juga sudah menyiapkan titik batching plant. Batching plant sendiri merupakan alat konstruksi untuk memproduksi beton ready mix dalam jumlah yang besar.

"Ada sembilan titik batching plant yang kami siapkan. Itu di Boyolali hingga di Kulonprogo itu di Temon," ujarnya.