Beberapa hari diburu pihak kepolisian, Pria berinisial W (41) yang diduga membawa kabur remaja F (!4) akhirnya ditangkap. Penangkapan Duda tiga anak itu pun dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya dikutip dari Kompas.com. Dalam siaran langsung di Instagram Polres Jakbar, pihak kepolisian memberikan keterangan perihal penangkapan W.

Berhasil ditangkap di daerah Sukabumi, W duda tiga anak itu rupanya sempat berpindah pindah bersama F. Hal itu dilakukan W guna menghindari kejaran petugas kepolisian. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, W berhasil ditangkap Jumat dini hari bersama F.

Foto serta video saat W ditangkap pihak kepolisian pun beredar di linimasa. Saat berhasil diciduk aparat, W tampak menunduk. Pun ketika digiring polisi untuk masuk ke dalam gedung Polres.

Sebelumnya diwartakan, pria berinisial W diduga membawa kabur seorang remaja berinisial F asal Cengkareng, Jakarta Barat. Informasi itu tersebar melalui media sosial. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius mengatakan, W sempat akan dilaporkan oleh R, ibu dari anak yang kabur, terkait dugaan kekerasan seksual di bawah umur.

Namun, hal itu urung dilakukan lantaran F saat itu dalam kondisi hamil. Akhirnya, R menyelesaikan persoalan dengan W secara kekeluargaan. "Baru akhir Juli 2020 dia laporan ke kami. Kami kaget, kami pikir sudah selesai," ujar Antonius.

Berdasarkan keterangan para saksi, F diduga atas kemauan sendiri pergi bersama W. Namun F masih di bawah umur, sehingga kasus tersebut memenuhi unsur penculikan. Seorang bocah berinisial F berusia 14 tahun mengalami nasib tragis.

Dihamili dan sebulan kemudian setelah melahirkan, bocah kelahiran tahun 2006 itu dibawa kabur oleh seorang duda bernama W (41). "Malam itu kita nyari ke semua tempat di Cengkareng termasuk ke hotel hotel juga tapi sampai jam 3 pagi juga enggak ketemu. Akhirnya besok paginya saya buat laporan ke Polsek Cengkareng kalau anak saya meninggalkan rumah," kata R pada Selasa (11/8/2020). "Tapi sampai sekarang belum ada hasilnya," imbuh R.

Mengatakan, F dan W bisa saling mengenal lantaran mereka kala itu bertetangga. Anak terakhir W, L (12), merupakan teman bermain F yang telah putus sekolah. "Kita bukan keluarga, tetangga, tapi saat itu sudah angap pelaku kayak saudara karena anak saya itu sepantaran dengan dia. Jadi sering main ke rumahnya," kata R.

Namun, penilaian baik keluarga R terhadap W ternyata salah. Malah melampiaskan nafsu bejatnya kepada F yang notabene terpaut usia 27 tahun. Pun sudah dilaporkan dugaan pencabulan.

"Kasus pencabulan sudah dilaporkan pada 16 Maret 2020 lalu," katanya. Putrinya dibawa kabur berminggu minggu, rasa rindu R sudah begitu memuncak. Sambil menangis, R memohon kepada F untuk segera pulang ke rumah.

Hal tersebut terekam di video yang dibagikan akun Instagram pempek_funny. "Cece pulanglah ke rumah, Mama rindu Cece," kata R sambil banjir air mata. Berjanji tak akan memarahi F apabila sang putri bersedia untuk kembali.

Siang dan malam R mengaku tak pernah lelah menunggu kepulangan F. "Kalau Cece pulang, mama tidak akan marahi Cece," ucap R. "Mama nunggu Cece pulang siang dan malam Ce," imbuhnya.