Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, memimpin panen kurma di halaman Masjid Agung Tasikmalaya, Rabu (26/2/2020). Puluhan warga terutama kaum ibu saling berebut saat Budi membagi bagikan kurmanya. Di halaman depan Masjid Agung, Kota Tasikmalaya, ada lima pohon kurma yang ditanam tahun 2002 berbarengan dengan renovasi masjid. Dua di antaraya berbuah.

Para ibu rumah tangga yang berebut kurma Masjid Agung mengaku ingin mendapatkan barokah. Karena pohon kurma itu, kata mereka, ditanam lalu tumbuh dan berbuah di lingkungan masjid. "Kalau kurma biasa sudah sering beli. Ini penasaran ada kurma di Masjid Agung.

Mudah mudahan ada barokahnya. Kan ditanamnya di halaman masjid," kata Yuli (55), salah seorang ibu rumah tangga. Panen kurma diawali dengan berdoa bersama dipimpin KH Aminuddin Bustomi, pengurus Masjid Agung Tasikmalaya yang juga Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya. Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman lantas secara simbolis memanen kurma.

Kurma yang dipanen baru dari satu pohon di sebelah selatan dimana warnanya sudah merah gelap. Sedang kurma di pohon lainnya masih terlihat kuning. Sejumlah petugas meneruskan memanen kurma dengan menggunakan tangga masjid.

Begitu Budi Budiman mulai membagi bagikan kurma, warga langsung menyerbu dan berebut ingin mendapatkan bagian namun tetap kondusif dan suasana pun tampak meriah. Pembagian kurma dilanjutkan oleh petugas masjid. "Saya ikut senang pohon kurma yang sengaja ditanam di Masjid Agung ini akhirnya berbuah. Makanya sejak awal saya sudah berpesan ingin ikut memanen dan bergembira bersama warga," kata Budi semringah.

Budi mengungkapkan, pohon kurma yang ditanam di halaman masjid ini awanya berjumlah 10 pohon. Tapi yang berhasil tumbuh hingga sekarang hanya lima. Sedangkan lima lainnya diganti pohon kelapa sawit.

"Setelah melihat ternyata bisa berbuah cukup lebat, lima pohon kelapa sawit akan diganti lagi dengan pohon kurma," ujar Budi. (firman suryaman)