Agar puasa Ramadan kita mendapatkan pahala, akan lebih baik jika kita mengetahui batasan mana perbuatan yang bisa membatalkan puasa. Pertanyaan ini kerapkali dilontarkan setiap Ramadan. Mencicipi makanan batal tidak puasanya? Mengutip Sonora.id, Ustaz Taufiqurrahman mengatakan ibadah puasa Ramadan adalah menahan diri dari hal hal yang membatalkan dari sampai tenggelamnya matahari yang ditandai dengan adzan maghrib.

"Di saat beribadah puasa, jangan sampai mengerjakan hal hal yang dilarang contohnya muntah secara sengaja," kata Ustaz Taufiqurrahman dalam program Ta'lim Ramadan Magentic Network. Lalu bagaimana dengan mencicipi makanan saat berpuasa? "Di antara makruh berpuasa adalah mencicipi masakan karena dikhawatirkan akan menghantarkannya sampai tenggorokan," ujar Ustaz Taufiqurrahman.

Sekiranya masuk ke tenggorokan akan membatalkan puasa. "Posisi makruh sebenernya tidak adanya alasan atau maksud tertentu dari orang tertentu yang mencicipi masakan," tuturnya. Beda lagi, tambahnya, yang mencicipi adalah tukang masak atau yang memiliki tanggung jawab mencicipi makanan.

"Dengan demikian, singkat cerita mencicipi masakan bagi mereka yang berkepentingan tidak masalah sejauh memang tugasnya memasak," jelasnya. Bahkan makruh pun tidak, namun ada syaratnya. "Asal saja usai dicicipi segera dikeluarkan kembali, jangan ditahan lama lama apalagi tertelan karena bisa membatalkan puasa," jelasnya. (sonora)