Oknum guru SD di Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara berinisial L yang diduga mencabuli tujuhsiswanya terpaksa pindah sel ke Polres Kotamobagu. Ini dilakukan untuk menghindari amukan warga. "Kita pindahkan demi keamanan," kata Kapolsek Lolak AKP Abdurrahman Fauzi.

Dikatakan Fauzi, teramatriskan jika L dikurungdi sel Polsek Lolak. Jarak Polsek denganpemukiman wargayang jadi korbansangat dekat. Dikatakan Fauzi, meski pindah ke sel Polres, tapi kasus tersebut masih ditangani Polsek Lolak.

"Kasus ini sementarakita tangani," kata dia. Menurut Fauzi, L sudahmengakui perbuatannya dan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengenakan pasalhukum kebiri bagi L. "Nanti kita lihat di gelar perkara," kata dia.

Oknum guru salah satu SD di Lolak, yang diduga mencabuli tujuh siswa perempuannya nyaris dihakimi orangtua siswa, Rabu (13/11/2019) pagi. Rumahnya di Desa Mongkoinit didatangi orang tua murid sejak pagi. Beruntung aparat Polsek Lolak tiba di lokasi dan mengamankan L.

Keterangan sejumlah orang tua, mereka mencari L di sekolah tapi tidak ada. Lantas mereka memburu R di rumahnya. "Kalau tidak diamankan pasti hancur dia," kata seorang orang tua siswa.

Pengakuan anaknya, ia membeber, L memanggil sang anak duduk di sampingnya. Awalnya si anak diminta membaca buku bahasa indonesia. Kemudian, L mengeluarkan ponsel dan memutar film kartun.

"Anak saya diajaknya nonton kemudian tangannya memegang paha serta kemaluan anak saya," kata dia. Peristiwa itu terungkap setelah sang anak bercerita dengan polosnya tentang ulah bejat sang guru. Belakangan diketahui bukan hanya anaknya yang jadi korban.

"Ternyata ada tujuh, kami langsung putuskan untuk mencarinya," kata dia.