Tidak sedikit para pemain bintang sepak bola yang memutuskan untuk mengakhiri karirnya sebagai pesepak bola profesional pada tahun 2019. Xavi Hernandez yang dikenal sebagai legenda Spanyol dan Barcelona menjadikan klub asal Qatar, Al Sadd sebagai destinasi terakhir karir sepak bolanya. Ada pula, Petr Cech yang pernah berseragam Chelsea dan Arsenal juga memutuskan gantung sepatu pada tahun ini.

Terbaru, di kancah sepak bola tanah air ada nama Bambang Pamungkas yang menjadi legenda Persija sekaligus Timnas Indonesia juga mengumumkan pensiun. Xavi Hernandez secara resmi memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola pada tahun 2019. Pemain berdarah Spanyol tersebut menjadikan Al Sadd sebagai klub terakhir yang ia bela dalam karir sepak bolanya.

Hanya dua klub yang dibela Xavi sepanjang karirnya sebagai pemain yakni Barcelona dan Al Sadd. Seperti yang telah diketahui, Xavi Hernandez adalah produk asli La Masia. Ia tiba di klub Catalan pada musim 1991/92 dan tampil bersama tim junior U 12.

La Masia menjadi tempat di mana ia mempelajari dasar dasar menjadi seorang gelandang kreator handal. Puncak karirnya ketika Barcelona ditangani oleh Pep Guardiola, gelar demi gelar berhasil ia raih bersama Blaugrana. Xavi merupakan pemain yang memiliki peran vital sebagai metronome tim dalam menyerang.

Visi dan tekniknya dalam mengalirkan bola, menjadi kunci sukses Barcelona dan Spanyol menguasai sepak bola dunia beberapa tahun lalu. Xavi Hernandez memulai debutnya dengan tim utama Barcelona di bawah Louis Van Gaal. Ia juga merupakan bagian dari masa kejayaan tim sejak tahun 1998 hingga 2015

Di musim terakhirnya bersama Barcelona, ia menjabat sebagai kapten. Mewarisi ban kapten dari rekannya, Carles Puyol. Selama berkostum Barcelona, Xavi Hernandez menyumbangkan 22 trofi.

Termasuk tujuh gelar Liga Spanyol dan 4 trofi Liga Champions. Namanya juga tercatat dalam sejarah Barcelona yang sukses mempersembahkan dua kali treble bersama club Catalan itu. Gelar Liga Champions, Liga Spanyol, dan Copa del Rey dalam semusim, berhasil diraihnya dua kali, yakni musim 2008 2009 dan 2014 2015.

Di level timnas, Xavi Hernandez mencatatkan 131 penampuilan, 12 gol, dan 24 assist. Serta mempersembahkan gelar juara mulai dari Kejuaraan Dunia FIFA Junior tahun 1999, Piala Eropa 2008, hingga Dunia 2010. Dengan demikian Xavi Hernandez menjadi salah satu pemain dengan koleksi gelar terlengkap sepanjang sejarah sepak bola profesional.

Xavi Hernandez hengkang dari Barcelona menuju Qatar dan membela Al Sadd tahun 2015 lalu. Musim terakhirnya bersama Al Sadd, ia sudah memainkan 14 laga dengan koleksi 2 gol dan 5 assist bersama Al Sadd. Legenda asal Ceko yang pernah bermain bersama Chelsea dan Arsenal, Petr Cech juga resmi memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada tahun 2019.

Petr Cech sendiri tercatat telah bermain sebagai pesepak bola profesional sejak 1999, alias 20 tahun silam. Secara total, Cech menjalani 333 partai Liga Inggris di Chelsea pada 2004 2015 dan 110 laga bareng Arsenal sejak 2015. Beberapa rekor juga berhasil ditorehkan oleh Cech sepanjang karirnya.

Pertama, Cech mampu membuat rekor sebagai kiper yang paling banyak mencatatkan cleansheet. Sepanjang karier di Liga Inggris, Petr Cech melakoni 202 partai tanpa kebobolan. Rinciannya adalah 162 laga tanpa kebobolan bersama Chelsea dan sisanya bersama Arsenal sebanyak 40 laga.

Petr Cech juga dinobatkan sebagai peraih Premier League Golden Glove sebanyak empat kali, yakni pada 2004 2005, 2009 2010, 2013 2014, dan 2015 2016. Secara khusus pada musim 2004 2005, Cech mampu mencatatkan cleansheet dalam 24 pertandingan di kancah Liga Inggris. Gelar Sarung Tangan Emas itu diberikan buat kiper dengan catatan clean sheet terbanyak dalam semusim.

Pada puncak performanya, Petr Cech juga dikenal memiliki refleks luar biasa guna menyelamatkan gawang dari upaya pemain lawan. Data statistik menunjukkan rekor penyelamatan yang dia lakukan selama berkiprah di Liga Inggris sebanyak 1.136 kali. Jumlah tersebut dibagi dua menjadi 800 saves saat membela Chelsea dan 336 kali di Arsenal.

Sejak pindah ke Inggris untuk membela Chelsea dan Arsenal, Petr Cech memenangi 18 trofi. Koleksi itu terbagi atas 15 gelar untuk Chelsea dan 3 titel saat berseragam Arsenal. Rinciannya adalah 4 gelar Liga Inggris, 5 Piala FA, 3 Piala Liga Inggris, 4 Community Shield, 1 Europa League, dan paling prestisius adalah kampiun Liga Champions bersama Chelsea musim 2011 2012.

Mantan pemain Inter Milan dan Timnas Belanda, Wesley Sneijder memutuskan gantung sepatu, Selasa (13/08/2019). Wesley Sneijder merupakan lulusan akademi klub Ajax Amsterdam, ia memulai debut seniornya bersama Ajax pada tahun 2002. Ia berhasil memenangkan tujuh piala dan dianugerahi Johan Cruijff Award pada tahun 2004.

Bersama Ajax Amsterdam, Wesley Sneijder berhasil mencatatkan total penampilan sebanyak 126 laga dengan torehan 43 gol dan 36 assist. Dengan penampilan menawannya bersama Ajax, klub raksasa Spanyol Real Madrid berhasil merekrutnya di tahun 2007 dengan banderol harga 27 juta euro. Pada musim perdananya bersama klub yang berjuluk Los Merengues, ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga.

Bersama Real Madrid di La Liga, Wesley Sneijder berhasil mencatatkan total penampilan sebanyak 52 laga dengan torehan 11 gol dan 9 assist. Musim 2009 ia dilego ke klub Italia, Internazionale dengan harga yang cukup murah yakni 15 juta euro. Di Inter Milan disebut sebut menjadi karir sepak bola terbaiknya selama ia masih aktif merumput di lapangan hijau.

Karena di Inter Milan ia berhasil membantu timnya yang saat itu diasuh Jose Mourinho menyabet treble winner. Treble Winner tersebut yakni Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions Eropa pada tahun 2010. Bersama Intermilan, ia berhasil mencatatkan total penampilan sebanyak 76 laga dengan torehan 13 gol dan 20 assist.

Memasuki tahun 2013 ia pindah ke klub Turki, Galatasary dengan biaya transfer 7,5 juta euro. Lagi lagi di musim perdananya, ia berhasil membantu klub memenangkan juara Liga sekaligus juara Piala Super Turki 2013. Bersama Galatasary, ia berhasil mencatatkan total penampilan sebanyak 40 laga dengan torehan 15 gol dan 8 assist.

Selanjutnya ia melanjutkan destinasi karir di Nice dan Al Gharafa sebagai pelabuhan terakhir karirnya sebagai pemain sepak bola profesional Ketika berseragam Timnas Oranye Belanda, Sneijder berhasil menorehkan 134 caps dan mencetak 31 gol. Sekaligus membantu Belanda De Oranje menjadi runner up Piala Dunia 2010 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2014.

Mantan striker Man United, Inter Milan, dan Atletico Madrid, Diego Forlan memutuskan gantung sepatu, Rabu (7/8/2019). Pria kelahiran Montevideo, 19 Mei 1979 tersebut menyatakan pensiun setelah merumput di lapangan hijau selama 21 tahun dalam karirnya. Tercatat ada beberapa klub top eropa yang pernah menjadi destinasi karirnya sebagai pesepakbola profesional.

Pria berkebangsaan Uruguay itu tercatat pernah bermain di beberapa klub antara lain Atletico Madrid, Vilarreal, Manchester United, dan Inter Milan. Karir terbaiknya adalah ketika Diego Forlan berseragam Atletico Madrid mulai tahun 2007 2011. Forlan berhasil mempersembahkan dua gelar bagi Atletico Madrid dan berhasil meraih gelar El Pichhichi pada musim 2008 2009.

Selama berkarir di Atletico Madrid, ia berhasil bermain sebanyak 198 laga dan torehan 96 gol. Setelah berkarir di klub eropa, ia berkelana ke beberapa klub lainnya menjelang keputusan pensiunnya. Selain berkarir di benua biru, Forlan juga pernah bermain bersama Klub Argentina Independiente sebagai klub pertama dalam karir profesionalnya.

Pria yang meraih golden ball pada Pagelaran Piala Dunia 2010 itu juga pernah merumput bersama klub sepak bola Brazil yaitu Sport Club Internacional. Forlan juga pernah bermain untuk Cerezo Osaka ,sebuah tim sepak bola Jepang yang berlaga di Divisi Satu J. League. Setelah itu ia sempat kembali ke Uruguay setelah dipinang oleh Penarol pada tahun 2016. Di tahun yang sama ia sempat memperkuat klub India, Mumbai City.

Pria yang pernah menghantarkan Tim Nasional Uruguay melaju ke semifinal tersebut mengakhiri karirnya di klub Hongkong, Kitchee SC. Diego Forlan juga menjadi figur inspirasi ketika ia berhasil membawa negaranya Uruguay meraih peringkat 4 di pegelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Selain menghantarkan Uruguay melaju ke semifinal Piala Dunia 2010, ia juga berhasil meraih golden boot di turnamen tersebut.

Di kancah internasional, Forlan berhasil mencatatkan total penampilan 112 laga dan menorehkan 36 gol selama berseragam Los CharrĂșas La Celeste. Bambang Pamungkas lahir di Getas, Kabupaten Semarang pada 10 Juni 1980. Bambang Pamungkas selaku legenda Persija dan Timnas Indonesia resmi memutuskan pensiun dari olahraga si kulit bundar, Selasa (17/12/2019).

Pertandingan melawan Persebaya menjadi laga perpisahan bagi Bambang Pamungkas yang telah berkarir dalam dunia sepak bola selama 20 tahun. Dalam pertandingan yang berakhir untuk kemenangan Persebaya dengan skor 2 1 tersebut, Bepe baru tampil pada menit ke 75. Bambang Pamungkas pernah bermain di beberapa klub lokal seputaran kediamannya di Getas.

Klub klub tersebut yakni, SSB Getas (1988 1989), SSB Ungaran Serasi (1989 1993), Persada Utama Ungaran (1993 94), Persikas Semarang Regency (1994 1996 dan Klub Diklat Salatiga (1996 1999). (2) Setelah melanglang buana di sepak bola lokal, ajang Piala Asia U 19 adalah titik balik karier Bambang Pamungkas melaju kedepan. Meraih gelar top skor di Piala Asia U 19 dengan modal tujuh gol membuktikan kapasitas asli seorang Bambang Pamungkas.

Prestasi yang ditorehkannya tersebut memberinya modal untuk mencoba seleksi pemain Persija Jakarta pada 1999 dan ia pun lolos. Meski kala itu masih berusia 19 tahun, tak menghalangi gaya gedor Bambang Pamungkas bersama Persija Jakarta. Kala itu Bambang Pamungkas mencetak 24 gol bersama Macan Kemayoran.

Selain bagus di level klub, Bambang Pamungkas juga mulai rajin mengisi tempat utama tim nasional Indonesia. Dalam rentang 2000 hingga 2005, Bambang Pamungkas menjadi andalan lini depan Persija. Insting tajam di depan gawang milik Bambang Pamungkas tetap terjaga.

Dia mengemas 56 gol dalam rentang lima musim membela klub ibu kota Indonesia tersebut. Musim baru di awal 2005, Bambang Pamungkas memutuskan untuk merumput di negeri tetangga, Malaysia, dengan membela klub Selangor FC. Di sana, dia sukses menyarangkan gol di pertandingan pertama ia diturunkan, yaitu partai Selangor FC melawan Malaka FC.

Bambang Pamungkas pun berhasil membawa Selangor FC memenangkan Piala FA Malaysia, Piala Malaysia dan Liga Utama Malaysia. Selama karirnya di negeri jiran itu, Bepe sukses menyarangkan 42 gol di seluruh kompetisi resmi. Bambang Pamungkas pun menjadi top skor Liga Malaysia dengan 23 gol pada 2005.

Namun, tak lama kemudian Bambang Pamungkas kembali ke Persija Jakarta. Pada periode keduanya bersama Persija Jakarta, Bambang Pamungkas tetap tajam dengan mencetak 78 gol. Masalah penunggakan gaji membuat Bambang Pamungkas sempat bergabung ke Pelita Bandung Raya (PBR) pada musim 2013 14. (3)

Di klub nomaden itu, Bambang Pamungkas hanya bertahan satu musim untuk kemudian kembali lagi berseragam Persija Jakarta pada 2015. Hingga akhirnya pada bulan Desember 2019, Bambang Pamungkas memutuskan pensiun.