Dua sepeda motor tabrakan dari dua arah berlawanan, menyebabkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia. Kejadian ini terjadi pada dini hari Minggu (2/2/2020) di Jalan Padang Painan Sawah Laweh, Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kanit Laka Lantas Polresta Padang, Iptu Efriadi mengatakan yang terlibatkecelakaanadalah sepeda motor matic tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) kontra sepeda motor BA 27XX QC.

"Sepeda motor merek Honda Scoopy dikendarai Fezri Ferdianto (17), dan sedangkan kendaraan BA 27XX QC pengendara bernama Nazwar (27) serta penumpangnya Zahandra Saluna Putra (20)," ujar Iptu Efriadi, Minggu (2/2/2020). Iptu Efriadimenyebutkan ada satu korban meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan satu penumpang mengalami luka ringan. "Jadi, sepeda motor merek Scoopy tapa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) datang dari arah Simpang TPI menuju Simpang Empat Bungus, dan bertabrakan dengan sepeda motor BA 27XX QC yang datang dari arah berlawanan," sebut Iptu Efriadi.

Akibatkecelakaansatu pengendara sepeda motor Scoopy meninggal dunia dan dibawa ke RSUP M Djamil Padang. "Untuk pengendara sepeda motor BA 27XX QC bernama Nazwar (27) mengalami cidera kepala, kaki kanan sakit, tangan luka lecet. Sedangkan, penumpangnya Zahandra Sakina Putra (28) mengalami kaki luka lecet, rahang sakit, tangan luka lecet dan dibawa RS Reksodiwiryo Padang," ujar Iptu Efriadi. Berselang beberapa jam di tempat berbeda,Jajaran Polresta Padang amankan lima kendaraan dan 11 remaja saat melakasanakan cipta kondisi dalam mengantisipasi adanya balap liar dan tawuran di beberapa titik diKotaPadang, Minggu (2/2/2020) dini hari.

Giat ini dilakukan dari Polresta Padang menuju titik rawan terjadinya balap liar yang ada di Simpang Nurul Iman di Jalan M.H Thamrin, berlanjut ke Simpang Sari Anggrek di Jalan Ratulangi. Selanjutnya, menuju GOR H Agus Salim, Masjid Raya Sumbar, kawasan Ampang, Simpang Kalawi, Andalas, dan Simpang Haru. Namun, saat jajaran Polresta Padang lewat di kawasan Ganting dekat RS Reksodiwiryo ada beberapa kendaraan mencoba melarikan diri, sehingga motornya diamankan di Kantor Polresta Padang.

Selanjutnya, kembali berlanjut ke kawasan Masjid Nurul Iman dan mengamankan dua sepeda motor diduga remaja yang sedang melakukan aksi balap liar. Sekitar pukul 03.00 WIB datang warga masyarakat melaporkan adanya balap liar, sehingga jajaran Polresta Padang kembali melakukan giat, dan kembali mengamankan motor dan beberapa remaja. Di antaranya ada satu sepeda motor diamankan karena diduga melakukan balap liar di kawasan Masjid Nurul Iman, namun ia terjatuh dan mencoba melarikan diri.

Tapi, akhirnya dapat diamankan Polisi karena setelah terjatuh sepeda motornya tidak bisa hidup, sehingga di dorongnya Polisi diamanakan akibat terjatuh dan terperosok ke dalam selokan, ia dan sepeda motornya dibawa ke Mapolresta Padang. Dari salah satu kendaraan yang diamankan, Polisi menemukan satu senjata tajam jenis pisau kecil di dalam jok motor.

Perwira Pengawas, Iptu Fitri Chan membenarkan kejadian tersebut, bahwa telah mengamankan remaja yang diduga melakukan balap liar. Ia mengatakan dalam balap liar ini telah diamankan 11 remaja dan lima sepeda motor. "Setiap malam minggu kita lalukan giat antisipasi balap liar," katanya.

Ia menjelaskan untuk sepeda motor yang telah diamankan akan ditilang jika surat suratnya tidak lengkap. Namun, dijelaskannya jika surat suratnya lengkap, motor akan dikembalikan lagi. "Untuk remaja ini akan dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya

Mengenai kepemilikan senjata tajam tersebut, KV (19) mengatakan bahwa ia tidak sengaja membawa pisau tersebut. Ia menjelaskan bahwa ia membawa pisau dapur tersebut untuk mengolah kacang padi, dan tidak sengaja tertinggal di dalam jok motor. (*)