Kabar duka datang dari penyanyi campursari Didi Kempot yang meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020). Didi Kempot yang memiliki nama asli Dionisius Prasetyo lahir di Surakarta, 31 Desember 1966 . Tak banyak yang mengetahui asal usul nama dari Didi Kempot.

Nama panggung Didi Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta. Sebagian lagunya yang bertema patah hati dan kehilangan ini ternyata membuat Didi Kempot dijuluki "Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi. Pasalnya rata rata orang pernah mengalaminya dan ingin dekat dengan masyarakat, juga menjadi alasan Didi Kempot menggunakan nama nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Hal inilah yang membuatnya kini menjadi idola kaum milenial. Fans Didi Kempot dari berbagai daerah menyebut diri mereka sebagai Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam "Sobat Ambyar". Pada Senin (4/5/2020) malam, Didi sempat mendengarkan lagunya.

Didi Kempot juga baru saja menyelesaikan rekaman. Lilik menceritakan, Didi Kempot awalnya mengeluh rasa panas. "Mendengarkan lagu lagunya itu kan, terus bilang 'ini kok panas'," kata Lilik, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Namun, mereka memutuskan untuk tetap tinggal di hotel sekira 1 jam. "Di hotel kira kira satu jam," katanya. Sebelum pulang ke rumah, Didi Kempot memutuskan untuk pergi ke dokter.

Hingga akhirnya pada pukul 07.30 WIB meninggal dunia di RS Kasih Ibu. Keluhan yang dirasakan Didi Kempot disampaikan kepada Lilik dan sang anak buah. Lilik tak menyangka, lantaran Didi Kempot juga sempat menyetir kendaraan.

"Wong masih nyopir (menyetir) kok," katanya. Lilik pun membeberkan sang adik masih beraktivitas. Lilik juga tak menampik Didi memiliki banyak aktivitas mulai dari syuting, menyanyi, hingga menciptakan lagu.

Lilik menduga sang adik kelelahan akibat aktivitas yang padat. Meskipun sempat mengeluh, Didi tak merasakan betul kelelahannya. Sebelum ke rumah sakit, Didi Kempot juga berpamitan kepada sang kakak.

"Tapi nggak dirasa. 'Aku ke rumah sakit dulu' bilang gitu, " kata Lilik. Lilik juga mengatakan, Didi Kempot sebelumnya tak pernah dirawat di rumah sakit. Baru pada Senin (4/5/2020) malam Didi Kempot memeriksakan diri ke RS Kasih Ibu.

Sebagai orang terdekat Didi Kempot, Lilik menyebut, sang adik selama ini tak memiliki riwayat penyakit apa pun. Aktivitas terakhir yang dilakukan Didi Kempot sebelum merasakan sakit yakni rekaman. Didi Kempot memulai kariernya pada tahun 1984 sebagai musisi jalanan.

Hanya bermodalkan ukulele dan kendhang dirinya mulai mengamen di kota kelahirannya Surakarta, Jawa Tengah. Didi Kempot memulai karirnya di Jakarta dengan kerap berkumpul dan mengamen bersama teman temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen. Selain mengamen di Jakarta, Didi Kempot dan temannya juga mencoba peruntungan melalui rekaman.

Tepat di tahun 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah Cidro dibawah label Musica Studio's Lagu Cidro diangkat dari kisah asmara Didi yang pernah gagal. Jalinan asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut. Itulah yang membuat lagu Cidro begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan.

Hal tersebut merupakan awal mula dirinya sering menulis lagi bertema patah hati. Pada 1993, Didi Kempot mulai tampil di luar negeri, tepatnya di Suriname, Amerika Selatan. Lagu Cidro yang dibawakan sukses meningkatkan pamornya sebagai musisi terkenal di Suriname.

Setelah Suriname, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa. Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Kemudian, Didi Kempot pulang ke Indonesia pada 1998 untuk memulai kembali profesinya sebagai musisi.

Tak lama setelah pulang kampung, pada era reformasi, 1999, dia mengeluarkan lagu Stasiun Balapan. Kembalinya Didi Kempot ke Indonesia ternyata membuat kariernya semakin populer. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya lagu lagu baru di awal 2000 an. Nama Didi Kempot kembali meroket setelah mengeluarkan lagu Kalung Emas pada 2013 lalu.

Kemudian pada 2016, penyanyi asal Solo tersebut mengeluarkan lagu Suket Teki. Seperti yang telah diketahui, Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu Surakarta pada pukul 07.30 WIB. Penyanyi dan penulis lagu Didi Kempot tutup usia pada umur 53 tahun.