PSS Sleman akan berusia 44 tahun pada Rabu (20/5/2020). Kapten tim, Bagus Nirwanto berharap tim kebanggaannya tersebut bisa terbang tinggi hingga berkompetisi di kancah Asia. Pemain berusia 27 tahun tersebut yang kerap disapa 'Munyeng' tersebut juga berharap agar tim yang berjuluk Super Elang Jawa atau Laskar Sembada bisa kompak, memberikan prestasi melalui seragam kebesaran mereka yang identik berwarna hijau.

"Harapannya, PSS (Sleman) semakin kompak. Terutama antara manajemen dan pemain biar semakin solid untuk kompetisi yang akan mendatang," lanjutnya. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada perayaan hari jadi PSS Sleman karena situasi tidak kondusif. Manajemen beserta official tim akan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan di tengah pandemi corona.

"Mungkin perbedaan yag paling mendasar ada hari jadi PSS (Sleman) tahun ini, yakni tidak ada kompetisi, biasanya hari jadi dirayakan di tengah tengah perjalanan kompetisi," terang pemain yang telah mengantarkan Elang Jawa juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1 pada tahun 2018 lalu. PSS Sleman dikenal dengan suporter mereka yang militan, tak segan koreografi spesial terpampang di Stadion Maguwoharjo tempat homebase mereka menghadapi lawan. Bertambah usia klub kebanggan, harapannya agar manajemen dengan suporter bisa mesra sedia kala, menurut salah seorang pendukung yang merupakan ketua Slemania, Rangga Dian Senjaya.

"Perjalanan PSS (Sleman) selama 44 tahun tida bisa dipungkiri, itu pasti ada naik turunnya." "Itu harus dilakukan dengan kerja keras dan dukungan semua pihak. Manajemen tim, dan suporter harus menjadi satu kaembali. Karena tujuan utama kita adalah kejayaan PSS Sleman," lanjutnya. Butuh waktu hingga 24 tahun bagi PSS Sleman agar bisa berkompetisi di kancah tertinggi sepak bola Indonesia, tepatnya padaa tahun 2000.

PSS Sleman memenuhi ekspektsi suporter berkat kerja keras tim hingga bisa mewujudkan mimpi bergabung dengan tim elit di Indonesia di Divisi Utama (divisi teratas sebelum restrukturisasi dari Indonesian Super League), dilansir situs resmi klub. Sejak saat itu, PSS Sleman bertahan selama enam musim hingga tahun 2006. Capaian terbaik tim Laskar Sembada dengan menduduki peringkat empat dua musim beruntun, 2003 dan 2004.

Dan satu tahun berselang, mereka berhasil menjadi semifinalis di Piala Indonesia. Namun, sesuatu yang tidak dikehendaki terjadi pada tahun 2006, ketika gempa bumi melanda Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibatnya, PSS Sleman menarik diri dari kompetisi nasional lantaran banyak yang terdampak akibat gempa bumi tersebut.

Tahun berikutnya merupakan tonggak bersejarah PSS Sleman karena mereka hijrah, dari yang sebelumnya (tahun 2002 2003) menggunakan Stadion Mandala Krida menjadi Stadion Maguwoharjo. PSS Sleman sempat kembali ke Liga 2 ada tahun 2017. Namun mereka terus berbenah untuk bisa kembali ke Liga 1. Pada tahun tersebut, PSS Sleman hanya bisa menempati posisi 16 besar, akan tetapi satu musim berselang mereka mampu juara dan promosi ke Liga 1 dan bertahan hingga saat ini.

Musim 2019, kala Bali United juara, PSS Sleman sempat menjadi lawan menakutkan, mereka mampu bersaing dalam posisi 5 besar klasemen sebelum akhirnya menduduki posisi 8 di akhir musim.