Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini tak teralu mempermasalahkan kekalahan yang diterima anak asuhnya dari Paris Saint Germain (PSG) di Liga Champions. Gasperini bahkan bisa mengambil hikmat atas drama kekalahan yang diterima timnya saat bersua dengan Neymar cs, Kamis (13/8/2020). Atalanta sendiri menelan kekalahan 1 2 atas PSG di babak perempat final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Da luz Arena, Portugal.

Gasperini yang tengah merasakan musim fantastisnya bersama La Dea (julukan Atalanta), memilih untuk mengambil pelajaran positif dari kegagalan timnya di Liga Champions. Ia menjadikan kekalahan atas Les Parisiens (julukan PSG) sebagai motivasi untuk mengembangkan permainan timnya. "Kepuasan tetap bahwa kami menjalani kampanye Liga Champions yang hebat, kami bertekda untuk terus meningkatan permainan guna melawan tim tim terbaik di Eropa (musim depan," tukasnya seperti yang dikutip dari laman

La Dea sendiri dipastikan masih akan berkiprah di kompetisi elite bBenua Biru di musim depan. Mengingat mereka mampu menyudahi Liga Italia di posisi ketiga. Jiwa besar ditunjukkan oleh pelatih asal Italia itu kepada pemainnya. Ia mengucapkan terima kasih atas kinerja dan daya juang yang tinggi dari Duvan Zapata cs selama pertandingan.

"Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas semua yang telah mereka lakukan musim ini," ucpanya berterima kasih. Selain itu, Gasperini juga memberikan ucapan terima kasihnya kepada pendukungs etia Atalanta, yakni seluruh masyarakat Bergamo. "Saya juga mengucapkan atas semua dukungan yang diberikan oleh masyarakat Bergamo kepada kami."

"Kami telah berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik, meskipun pada kenyataannya hasilnya mengecewakan." "Namun ini bukan akhir dari semuanya, tim ini memiliki potensi yang sangat baik untuk berkembang ke arah yang lebih baik lagi," tambahnya. Lantas disinggung mengenai kebobolan yang didera timnya pada menit menit akhir, Gasperini memberikan pembelaan.

Menurutnya, bukan Atalanta yang buruk dalam pertahanan, namun permainan PSG yang semakin berkembang setelah berhasil menciptakan gol penyama kedudukan. “Bukan karena kami tidak tajam, tapi PSG memiliki pemain yang sangat reaktif, mereka mengubah kecepatan dengan sangat cepat dan menjauh. Neymar, Mbappé, tetapi juga yang lain bisa melakukannya di level tertinggi, ”lanjut Gasperini. Atalanta sendiri sesungguhnya mampu unggul terlebih dahulu melalui lesakan Mario Pasalic di menit ke 26.

Baru kemudian di menit ke 90., PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui Marquinhos. Tiga menit berselang gantian Eric Maxim Choupo Moting yang berhasil membalikkan keadaan dan membawa PSG unggul. "Meskipun demikian, ini hasil yang luar biasa. Berkat pengalaman ini, kami bisa bermain lebih baik di musim depan," pungkasnya.