Seorang dukun gadungan melakukan pencabulan terhadap pasien perempuannya di Kabupaten Kepulauan Anambas. Akibat perilakunya itu, lelaki berusia 42 tahu diamankan oleh Tim Penyidik Polres Kepulauan Anambas. Perbuatan cabul HS terhadap anak di bawah umur inisial SH (15) tahun ini ia lakukan sejak bulan Agustus 2019 silam hingga kini.

Korban yang berstatus pelajar ini masih duduk di kelas 1 Madrasah Aliyah tinggal di Kecamatan Siantan Selatan. Adapun modus yang digunakan oleh HS dengan mengatakan kepada korban bahwa korban sering diganggu oleh makhluk halus. HS mengaku hanya dia yang bisa menghilangkan gangguan makhluk halus tersebut.

Demi melancarkan aksi bejatnya itu, HS pun mengatakan kepada korban bahwa korban harus melakukan hubungan badan dengannya. Ternyata perbuatan tak senonoh HS ini telah ia lakukan sejak 7 bulan belakangan yakni sejak bulan Agustus 2019 hingga terakhir hubungan tersebut pada bulan Februari 2020. "Saat ini kita sedang meminta visum ET repertum terhadap korban di RSUD Tarempa," kata Julius via WhatsApp, Senin (11/5/2020).

Akibat perbuatannya pelaku terkena pada 81 ayat (1) dan (2) Jo pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar. "Saat ini tersangka sudah kita amankan di Polres Kepulauan Anambas," katanya.