Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017 2022 akan tetap dilangsungkan pada Senin (6/4/2020) pekan depan. Keputusan tersebut agaknya tidak selaras dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperpanjang status tanggap darurat wabah virus corona atau Covid 19 sampai Minggu (19/4/2020) mendatang. Informasi soal pemilihan Wagub DKI pada Senin pekan depan dibenarkan oleh Anggota Panitia Pemilihan Wagub DKI Jakarta, S Andyka.

“Insya Allah pemilihan tetap sama sesuai jadwal,” ujarAndyka saat dihubungi Rabu (1/4/2020). Dalam rapat itu, mereka sepakat rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI Jakarta bakal digelar pada Senin (6/4/2020) mendatang sesuai dengan keputusan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI pada pekan lalu. “Paripurna tetap digelar dengan mengikuti saran Dinas Kesehatan mengenai protokol pelaksanaan Paripurna yang aman, seperti menjaga jarak antarpribadi, pengecekan suhu tubuh, pemberian masker dan hand sanitizer, dan sebagainya,” kata Andyka.

Tidak hanya itu, Andyka juga telah menjalin koordinasi dengan lembaga vertikal dalam hal ini Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menggelar rapat Paripurna. Koordinasi diperlukan agar proses pemilihan berjalan lancar tanpa hambatan. “Teknis pemilihannya sama, bahkan bilik suara ditambah yang awalnya empat ditambah menjadi enam bilik suara. Kemudian, kotak suara juga ditambah awalnya satu menjadi dua kotak suara,” jelasnya.

“Bahkan untuk jumlah anggota dewan di setiap meja juga dibatasi, satu anggota dewan pakai meja sendiri sehingga saran pemerintah untuk jaga jarak kami ikuti,” tambahnya. Pada Senin (23/3/2020) pagi, sedianya DPRD DKI Jakarta menggelar pemilihan Wagub DKI Jakarta dari dua partai pengusung, yaitu PKS yang mengusung Nurmansjah Lubis dan Gerindra yang mengusung Ahmad Riza Patria. Namun rapat ditunda akibat merebaknya virus corona.

Cawagub DKI Jakarta Nurmansjah Lubis PKS dan Riza Patria Gerindra diminta Najwa Shihab untuk bela Anies Baswedan soal banjir. (YouTube Najwa Shihab) Sebelumnya, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta menolak usulan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017 2022 menggelar pemilihan pada Jumat (27/3/2020) siang. Bamus meminta Panlih mengikuti Surat Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Corona Virus Disease (Covid 19) sampai 5 April 2020.

“Rapat hari ini, Bamus menetapkan agar rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI dilaksanakan pada Senin 6 April 2020." "Atau setelah habis masa edaran (Seruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan),” kata Wakil Ketua Bamus DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, seusai rapat Bamus, Kamis (26/3/2020). Taufik mengatakan, pertimbangan lain dari penolakan Panlih adalah Surat Maklumat yang diterbitkan Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Beberapa hari lalu, Kapolri mengimbau masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan yang memicu keramaian, guna menekan potensi penularan Virus Corona. Sementara, rapat Paripurna yang dihadiri oleh 106 anggota DPRD periode 2019 2024, Gubernur DKI Jakarta, dan jajarannya, justru memicu kerumunan orang. Lantaran tak sejalan dengan keputusan Gubernur DKI dan Kapolri, rapat Paripurna jadinya digelar pada Senin (6/4/2020) pekan depan.

“Sebenarnya Panlih juga sudah siap sesuai dengan protokol pencegahan Corona setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan." "Dari mulai pintu masuk, pembatasan orang yang datang sampai ke ruang Paripurna,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra.