AS, remaja berusia 19 tahun harus berhadapan dengan polisi setelah melakukan hubungan intim dengan kekasihnya yang masih di bawah umur. Keduanya nekat melakukan aksi yang seharusnya dilakukan suami istri karena tak dapat restu dari kedua orang tua. Kejadian bermula saat pelaku berinisial AS (19) menjalin hubungan dengan remaja putri berinisial D (17) keduanya warga Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar sejak beberapa bulan terakhir.

Orangtua korban yang enggan disebut namanya tak merestui hubungan keduanya karena dianggap masih terlalu dini. Sehingga, orangtua melarang korban melarang anaknya menjalin hubungan dengan AS. Namun, rupanya keduanya melakukan hal di luar dugaan, yakni dengan nekat melakukan hubungan layaknya suami istri.

Rupanya, perbuatan sang anak dengan kekasihnya tersebut diketahui oleh orangtua sang anak perempuan sehingga melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian. Orangtua korban akhirnya melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Tengah dengan nomor laporan : LP / 931 B / VIII / 2020 / Polda LPG / Res Lamteng, Tanggal 03 Agustus 2020. Pada kasus lainnya, Satreskrim Polresta Banyumas menciduk AN (15) seorang pemuda yang diduga melakukan persetubuhan terhadap MN (14) anak di bawah umur pada Senin (13/7/2020).

Pelaku adalah remaja yang berasal dari Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Tersangka akan dikenakan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016. Kemudian Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun.

Pihaknya menjelaskan, bahwa dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terjadi pada Jumat tanggal 19 Juni 2020 sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa itu terjadi di sebuah Hotel di dekat komplek Stasiun Purwokerto. Polisi menerima laporan dari korban mengenai dugaan tindak pidana persetubuhan tersebut pada Senin 13 Juli 2020.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku beserta barang bukti. "Setelah kami periksa yang bersangkutan kami amankan bersama barang bukti dan dilakukan proses lebih lanjut dalam perkara itu," imbuhnya. Atas kejadian itu penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti, 1 stel pakaian tidur warna biru motif bunga, 1 potong miniset warna putih dan 1 potong celana dalam warna cream pink.

"Semoga kasus seperti ini tidak akan terulang lagi.