Baru baru di media sosial marak dijumpai video aksi sekelompok pemuda melakukanbalaplariliar di jalan raya. Fenomena ini muncul di beberapa tempat baik diJakarta, Depok, Bogor, Tangerang termasuk di wilayah KotaBekasi. Kasat Reskrim Polres MetroBekasiKotaAKBPHeriPurnomomengatakan, pihaknya sejauh ini belum melakukan tindakan terhadap anak anak muda yang kedapatan menggelarbalaplariliar.

Tetapi dia memastikan, jika di wilayahBekasiKota ditemukan aksi serupa, pihaknya tidak akan segan menggambil tindakan tegas. "Kalau diBekasiKota ada yang seperti itu kita akan tindak, tapi kita lihat juga ada unsur pindanya atau enggak kalau ada unsur pidanya pasti kita akan pidanakan," kata Heri, Minggu, (13/9/2020). Pihak kepolisian lanjut dia, bisa saja menjatuhkan pidana kepada pelakubalaplariliar di jalan raya terkait perjudian.

"Nah kalau ada taruhan berarti ada unsur unsur perjudiannya kan gitu, itu bisa nanti lakukan penindakan," tegas dia. Selain itu, anak anak muda yang masih nekat menggelarbalaplariliar juga bisa saja dikenakan tindak pidana ringan (tipiring). Dasar tindak pidana ini yaitu, perbuatan mengganggu ketertiban umum karena menggelarbalaplaridi jalan raya.

"Sebenarnya bisa, masuk kategori tipiring karena menggangu ketertiban umum kan gitu Terus bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain juga," ucapnya. Rawan jadi arena judi Para remaja di Kecamatan Ciracas yang ingin menggelar lomba lari di jalan raya harus berpikir ulang sebelum merealisasikan keinginannya.

Menanggapi postingan video lomba lari 122 meter di Jalan Saibun, Kelurahan/Kecamatan Ciracas yang diunggah akun Instagram @kabarciracas. Camat Ciracas Mamad mengatakan pihaknya melarang aksibalaplariyang kini digandrungi dan marak dilakukan para remaja di sejumlah wilayah. "Enggak boleh. Rawan jadi karena judi dan ada potensi tawuran. Kalau kedapatan melakukan akan diamankan petugas," kata Mamad saat dikonfirmasi di Ciracas,JakartaTimur, Minggu (13/9/2020).

Menurutnya dengan atau tanpa menutup jalan raya aksibalaplaritak boleh dilakukan, terlebih di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang. Pasalnya aksibalaplarimemicu kerumunan penonton di sepanjang jalan yang jadi arena sehingga berpotensi memicu penularan Covid 19. "Apa lagi dalam kondisi pandemi Covid 19 seperti, ini jarang warga mengenakan masker. Walaupun balapannya tidak menggunakan kendaraan tetap tidak boleh," ujarnya.

Namun dia belum dapat memastikan apa para remaja yang menggelar lomba lari dalam postingan @kabarciracas tersebut warganya atau bukan. Mamad menuturkan jajarannya bersama Polsek dan Koramil bakal berupaya meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terulang. "Pengawasan akan ditingkatkan, khususnya di saat malam hari. Kita juga minta peran dari pengurus RT/RW agar jangan sampai ada kejadian seperti ini," tuturnya.

•Pasien Covid 19 di DKI Bertambah 1.492 Orang dan Positivity Rate Sepekan Terakhir 15 Persen •Nongkrong Sambil Minum Miras, Remaja di Kanal Banjir Timur Berdalih Refreshing •Hari Pertama Pengetatan PSBB, Transjakarta Pastikan Beroperasi Normal

•Hadapi Pandemi Covid 19 dan Ancaman Banjir, Baznas Bazis DKI Gelar Pelatihan Tanggap Bencana •Bubarkan Remaja Nongkrong di Kanal Banjir Timur, Petugas Temukan Sisa Minuman Keras Imbauan polisi

Aksibalaplariliar di jalan raya marak terjadi di beberapa kota termasuk diBekasi, video anak anak muda tengah beradu kecepatan beredar di media sosial. Menanggapi fenomena tersebut, Polres MetroBekasiKota mengimbau anak anak muda dapat memanfaatkan tempat tempat yang laik untukbalaplari. "Ya intinya gini, kegiatan kegiatan seperti itu kan menggangu lalu lintas, kita menghimbau supaya bisa mencari tempat yang pas," kata Kasat Reskrim Polres MetroBekasiKotaAKBPHeriPurnomo, Minggu, (13/9/2020).

Menurut Heri, kegiatanbalaplarimerupakan kegiatan yang posotif. Alangkahbaiknya, kegiatan positif didukung dengan tempat tempat yang positif. "Bisa di stadion, bisa di lapangan, tempat tempat yang memungkinkan untuk dilakukan kegiatan tersebut," ungkap Heri. Menurut dia, kegiatanbalaplaridi jalan raya berpotensi membahayakan. Baik itu pelakubalaplarimaupun pengguna jalan lain.

"Kalau itu sifatnya di jalan tanpa pengamanan itu kan membahayakan dirinya sendiri atau pengguna jalan lain," ucapnya. "Kalau merasa kita melakukan kegiatan positif tapi menggangu orang lain kan salah juga, nggak boleh kita memaksakan seperti itu," tegas dia. Dia memastikan, jika di wilayahBekasiKota ditemukan aksi serupa, pihaknya tidak akan segan menggambil tindakan tegas.

"Kalau diBekasiKota ada yang seperti itu kita akan tindak, tapi kita lihat juga ada unsur pindanya atau enggak kalau ada unsur pidanya pasti kita akan pidanakan," tuturnya. Penulis: MuhammadZulfikar