Bocah berinisial F (14) yang dibawa kabur duda beranak tiga, Wawan Gunawan alias W (41) akhirnya ditemukan. Setelah satu bulan lamanya, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Wawan di pelosok Sukabumi, pada Jumat (21/8/2020) dini hari. Pria yang juga tega menghamili F itu, membawa kabur putri penjual kue tersebut sejak Rabu (29/7/2020) malam.

Untuk menghindari kejaran petugas, Wawan terus berpindah pindah, mulai dari Bekasi, Subang, Sukamadi, dan terakhir Sukabumi. Polisi kesulitan mencari mereka karena Wawan sebisa mungkin memantau pergerakan petugas yang sedang mencari dirinya. "Tersangka pun memonitor terkait dengan pergerakannya sehingga dengan tepat untuk menghindari kejaran petugas," ucap Arsya.

Polisi sempat menyebar foto W di wilayah Kota Sukabumi. Pencarian dilakukan di Kota Sukabumi karena W memiliki kerabat di sana. Ia mengatakan Wawan ditangkap saat sedang tertidur di rumah penduduk.

"Ditemukan di pelosok Sukabumi. Tim Jatanras Polres Jakarta Barat yang dipimpin komandannya langsung Pak @rizkyaliakbar menangkap Wawan pukul 3 pagi, tengah tidur. Begitu juga F di dua rumah penduduk," tulis akun Instagram pempek_funny.

Akun Instagram pempek_funny mengatakan saat ditemukan pihak kepolisian kondisi tubuh F cukup memprihatinkan. Bocah yang baru melahirkan bulan Juli lalu itu, tampak kurusan. Bahkan rambutnya yang panjang, kini dipotong sampai sebahu.

"Penduduk mengetahui mereka tengah dikejar polisi Kurusan, tengah tidur di lantai, dan telah memotong rambut sebahu," tulis akun Instagram pempek_funny. Kasus ini sebelumnya viral di media sosial setelah R, ibu dari F melapor ke polisi.

Polisi dari Polres Metro Jakarta Barat menangkap W di Kota Sukabumi. Sementara F ditemukan dalam kondisi baik. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya lantas menjelaskan duduk perkara kasus tersebut. Kasus ini bermula pada 2019. Waktu itu, W coba mendekati tetangganya tersebut.

Entah apa yang merasuki W, ia sampai hati mengajak remaja yang usianya 27 tahun lebih muda itu untuk bersetubuh. "Dibujuk rayu, akhirnya F mau. Dan ternyata korban hamil setelahnya," kata Arsya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2020). Karena merasa takut, F tak memberitahukan kehamilannya kepada ibunya.

Namun, lama kelamaan perut F membesar. Ibu dari F lantas memeriksakan anaknya tersebut ke rumah sakit Maret 2020. Ternyata benar, F diketahui hamil lima bulan. Akhirnya remaja itu mengaku bahwa ia telah berhubungan badan dengan W.

Setelah hubungan gelap itu terkuak, W berjanji akan bertanggung jawab atas pebuatannya. Namun, setelah kehamilan F memasuki sembilan bulan, W tak kunjung bertanggung jawab. Ibunda F pun melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut ke polisi. Tak lama, F melahirkan.

Bayi tersebut kemudian dirawat oleh keluarganya. "Kemudian pada tanggal 30 Juli 2020, tersangka membawa korban meninggalkan rumah tanpa izin orangtuanya dengan meninggalkan bayi tersebut ke pelapor," ucap Arsya. Mirisnya lagi, saat melarikan diri, W menghasut F agar membawa sepeda motor ibunya. Motor itu kemudian mereka jual di Jakarta Timur.

Uang hasil penjualan sepeda motor lantas digunakan untuk melarikan diri, dan membiayai kehidupan sehari hari.