Para warga dan tamu yang hadir dalam acara hajatan khitanan yang diisi aksi panggung Rhoma Irama di Pamijahan, Kabupaten Bogor akan jalani rapid test massal pada 7 Juli 2020 mendatang. Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa tanggal tersebut ditetapkan sambil melihat kesiapan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Selain itu, kata dia, tanggal tersebut juga ditetapkan sesuai dengan masa inkubasi 14 hari.

Ade mengatakan bahwa total peserta rapid tes warga yang terlibat kerumunan massal di acara panggung raja dangdut di Pamijahan tersebut mencapai 1.000 orang. "Total peserta mungkin 1.000 mah ada ya," kata Ade Yasin. Namun, kata Ade, sementara ini ketersediaan alat rapid tes baru tersedia 300 buah.

Sehingga kemungkinan pelaksanaan rapid tes massal di Pamijahan ini akan dilakukan secara bertahap. "Kemungkinan ketersediaanya ada 300, tapi kita masih cari lagi ya. Ya bertahap lah, bertahap dulu dari lingkungan terdekat dulu. Karena kita masif ya, lagi terus terusan masif (tes Covid) di pasar pasar, hampir semua pasar kita rapid," kata Ade Yasin. Ade menuturkan bahwa tes rapid massal di lokasi hajat yang sempat heboh ini rencananya akan dilakukan di satu tempat namun lokasinya sementara ini masih belum diputuskan.

Sebelumnya, anak tertua pemilik hajat Abah Surya Atmaja, Hadi Pranoto mengaku bahwa pihaknya siap melaksanakan tes Covid 19 massal yang direncanakan oleh Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bogor tersebut. "Belum menyampaikan resmi kepada keluarga untuk tes covid atau warga yang ikut acara itu. Kami akan tunggu, karena itu keberkahan bagi kami masyarakat pegunungan mendapat perhatian dari Gugus Tugas untuk menberikan sentuhan kesehatan dan jaminan terkait Covid 19," kata Hadi Pranoto. Hadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu anggaran jika Gugus Tugas memiliki keterbatasan anggaran terkait pelaksanaan tes Covid 19 ini.

"Biaya kalau dari Gugus Tugas dan Pemkab tidak bisa mengcover, kami akan siap membantu untuk mencukupinya," kata Hadi Pranoto. Diketahui, acara khitanan anak dari Abah Surya Atmaja di Pamijahan Bogor ini heboh setelah menggelar perayaan yang diwarnai aksi panggung Rhoma Irama padahal sudah dilarang oleh Gugus Tugas karena masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Tidak hanya Rhoma, bahkan artis lain seperti Rita Sugiarto, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Caca Handika, Yus Yunus dan beberapa artis lain turut meramaikan acara khitanan di wilayah zona merah corona ini sehingga kerumunan massa tak terhindarkan.

Hal ini pun membuat Bupati Bogor Ade Yasin geram karena beberapa hari sebelum acara dimulai, Rhoma Irama dan pemilik hajat sempat menyetujui larangan Gugus Tugas dan tidak akan gelar pertunjukan di Pamijahan namun pada akhirnya Rhoma Irama tetap manggung termasuk beberapa artis lainnya.